disaat orang orang lagi nyenyak tidur.
Bersama Abu Bakar
Abu Bakar r.a adalah orang tua yang pertama kali menyatakan diri memeluk Islam dan sebagai pelopor dalam menyebarkan kebenaran, dan jihat di jalan Allah. beliau selalu menyebarkan syariat-Nya dan selalu berkata jujur.
Beliau adalah Laki-laki yang gagah perkasa, tekun berpuasa dan sering mengucurkan air mata di kala ibadahnya. Jika membaca Al-Quran sering kali beliau tidak tau ayat berapa yang beliau baca karena tangisnya.
Dari Abu Qatadah r.a, ia berkata ,"Pernah pada suatu malam Nabi Saw. keluar rumah dan mendapati Abu Bakar Ash-Shiddiq sedang shalat malam dengan memelankan suaranya." Abu Qatadah berkata lagi, `Beliau juga pernah melewati Umar Bin Khathab yang sedang shalat dengan mengeraskan suaranya." Katanya lagi, " Maka tak kala keduanya berkumpul dengan Nabi Saw. beliau bertanya kepada mereka, " Wahai Abu Bakar, saya pernah menjumpaimu ketika engkau mengerjakan shalat malam dengan suara pelan." Maka Jawab Abu Bakar, "Wahai Rasulullah, saya memperdengarkan bacaan ayat saya kepada Dzat yang saya sampaikan munajat." Kata Abu Qatadah lagi, 'Kemudian beliau Saw. bertanya kepada Umar, `Saya pernah menjumpaimu ketika engkau mengerjakan shalat malam dengan suara keras' Kata Abu Qatadah lagi, Maka Jawab Umar, 'Wahai Rasulullah, itu untuk membangunkan orang-orang yang ngantuk dan untuk mengusir Setan.' Maka Nabi Saw. bersabda, ' Wahai Abu Bakar, Keraskanlah suaramu sedikit dan Wahai Umar pelankanlah suaramu sedikit'' (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ
اِمْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ
اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا،
فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ.
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu
shalat dan ia pun membangunkan isterinya lalu sang istri juga shalat. Bila
istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati
seorang isteri yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun
membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air
ke wajahnya.”[23]
Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu ia menuturkan, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنَ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ
جَمِيْعًا، كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ.
“Barangsiapa yang bangun di
waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua
raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang
banyak berdzikir kepada Allah.”[24] Sekian dan Terima kasih : Semoga Bermamfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar